Artikel berikut hanya tersedia dalam Bahasa Indonesia

Kerangka & Standar Global : Mengarahkan Perencanaan dan Implementasi ESG

02 November 2025 – Article

Written by Maria Rosaline Nindita Radyati, PhD

Share on FacebookShare on TwitterShare on LinkedInShare by emailCopy link

Kerangka & Standar Global : Mengarahkan Perencanaan dan Implementasi ESG


Seiring keberlanjutan menjadi pusat bisnis global, perusahaan berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk menyesuaikan diri dengan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memenuhi kewajiban pengungkapan regulasi. Dewan, eksekutif, dan tim kepatuhan harus menavigasi lanskap standar dan regulasi yang kompleks untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan daya saing.




Kerangka ESG Global Utama


Berbagai kerangka kerja memandu perusahaan dalam pelaporan dan kepatuhan ESG. Masing-masing memiliki fokus berbeda, namun bersama-sama membentuk ekosistem yang komprehensif:



Kerangka-kerangka ini semakin konvergen, dengan IFRS/ISSB, TCFD, dan CSRD yang mendorong standar pelaporan global.




Memahami Regulasi & Kewajiban Pelaporan ESG


Pemerintah dan regulator kini menanamkan kewajiban pengungkapan ESG dalam tata kelola perusahaan. Beberapa tren utama:

  • Amerika Serikat: Proposal SEC tentang aturan pengungkapan iklim mewajibkan perusahaan terbuka untuk melaporkan emisi, risiko iklim, dan tata kelola.
  • Uni Eropa: CSRD memperluas kewajiban pelaporan keberlanjutan lintas industri, dengan persyaratan audit yang ketat.
  • Asia-Pasifik: Singapore Exchange (SGX), Hong Kong Stock Exchange (HKEX), dan OJK di Indonesia mewajibkan laporan keberlanjutan untuk emiten.
  • Standar Global: IFRS S1 & S2 dari ISSB (berlaku 2024) menciptakan baseline global untuk pengungkapan keberlanjutan.


Kegagalan mematuhi aturan ini dapat mengakibatkan sanksi regulator, hilangnya kepercayaan investor, dan kerugian reputasi.




Penerapan Kepatuhan ESG di Berbagai Industri


Setiap industri menerapkan kerangka ESG sesuai paparan risiko, materialitas, dan ekspektasi pemangku kepentingan:



Pendekatan sektoral ini memastikan kepatuhan ESG relevan dengan tantangan & peluang unik tiap industri.




Kesimpulan


Menavigasi kerangka & regulasi ESG bukan lagi pilihan—tetapi esensial untuk daya saing jangka panjang. Perusahaan harus memahami standar global, mematuhi regulasi lokal, dan menyesuaikan praktik ESG dengan konteks industri.


Dewan & eksekutif yang menanamkan kepatuhan ESG dalam strategi tidak hanya akan memitigasi risiko, tetapi juga membuka peluang dalam pasar modal, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.




Referensi

  • Global Reporting Initiative (GRI). GRI Standards. Amsterdam: GRI, 2021.
  • Sustainability Accounting Standards Board (SASB). SASB Standards. San Francisco: Value Reporting Foundation, 2021.
  • International Sustainability Standards Board (ISSB). IFRS S1 and IFRS S2 Standards. London: IFRS Foundation, 2023.
  • Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Final Recommendations Report. Basel: Financial Stability Board, 2017.
  • Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD). Beta Framework v0.4. London: TNFD, 2023.
  • European Commission. Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD). Brussels: European Commission, 2022.
  • U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Proposed Rule on Climate-Related Disclosures for Investors. Washington, DC: SEC, 2022.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK). POJK 51/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan. Jakarta: OJK, 2017.
  • KPMG. Survey of Sustainability Reporting 2022. Amsterdam: KPMG International, 2023.


Share on FacebookShare on TwitterShare on LinkedInShare by emailCopy link

Related Updates

Tata Kelola ESG: Kepemimpinan dan Akuntabilitas

02 November 2025 – Article

Seiring meningkatnya sorotan dari investor, regulator, dan masyarakat, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi pilar utama kesuksesan korporasi yang berkelanjutan. Tata kelola ESG yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang kuat, akuntabilitas yang jelas, dan keterlibatan pemangku kepentingan secara transparan. Dewan direksi dan eksekutif tidak hanya harus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi, tetapi juga memastikan bahwa etika, kebijakan, dan pengambilan keputusan mencerminkan prioritas keberlanjutan.

Pengantar ESG: Mengapa Penting bagi Dunia Bisnis Saat Ini

02 November 2025 – Article

Dalam satu dekade terakhir, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah bergeser dari isu khusus menjadi prioritas utama bagi perusahaan, investor, regulator, dan komunitas. ESG kini menjadi pusat bagaimana bisnis mengelola risiko, memanfaatkan peluang, dan membangun ketahanan jangka panjang.

Peran Dewan Direksi dalam ESG & Keberlanjutan

02 November 2025 – Article

Dalam lanskap bisnis global yang terus berkembang, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi faktor penentu kesuksesan korporasi. Melampaui kepatuhan, ESG mewakili ketangguhan, inovasi, dan akuntabilitas. Dewan direksi berada di pusat transformasi ini, mengarahkan strategi, memastikan transparansi, dan menjaga penciptaan nilai jangka panjang.