Artikel berikut hanya tersedia dalam Bahasa Indonesia
02 November 2025 – Article
Written by Maria Rosaline Nindita Radyati, PhD
Kerangka & Standar Global : Mengarahkan Perencanaan dan Implementasi ESG
Seiring keberlanjutan menjadi pusat bisnis global, perusahaan berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk menyesuaikan diri dengan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memenuhi kewajiban pengungkapan regulasi. Dewan, eksekutif, dan tim kepatuhan harus menavigasi lanskap standar dan regulasi yang kompleks untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan daya saing.
Kerangka ESG Global Utama
Berbagai kerangka kerja memandu perusahaan dalam pelaporan dan kepatuhan ESG. Masing-masing memiliki fokus berbeda, namun bersama-sama membentuk ekosistem yang komprehensif:

Kerangka-kerangka ini semakin konvergen, dengan IFRS/ISSB, TCFD, dan CSRD yang mendorong standar pelaporan global.
Memahami Regulasi & Kewajiban Pelaporan ESG
Pemerintah dan regulator kini menanamkan kewajiban pengungkapan ESG dalam tata kelola perusahaan. Beberapa tren utama:
Kegagalan mematuhi aturan ini dapat mengakibatkan sanksi regulator, hilangnya kepercayaan investor, dan kerugian reputasi.
Penerapan Kepatuhan ESG di Berbagai Industri
Setiap industri menerapkan kerangka ESG sesuai paparan risiko, materialitas, dan ekspektasi pemangku kepentingan:

Pendekatan sektoral ini memastikan kepatuhan ESG relevan dengan tantangan & peluang unik tiap industri.
Kesimpulan
Menavigasi kerangka & regulasi ESG bukan lagi pilihan—tetapi esensial untuk daya saing jangka panjang. Perusahaan harus memahami standar global, mematuhi regulasi lokal, dan menyesuaikan praktik ESG dengan konteks industri.
Dewan & eksekutif yang menanamkan kepatuhan ESG dalam strategi tidak hanya akan memitigasi risiko, tetapi juga membuka peluang dalam pasar modal, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Referensi
Related Updates

02 November 2025 – Article
Seiring meningkatnya sorotan dari investor, regulator, dan masyarakat, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi pilar utama kesuksesan korporasi yang berkelanjutan. Tata kelola ESG yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang kuat, akuntabilitas yang jelas, dan keterlibatan pemangku kepentingan secara transparan. Dewan direksi dan eksekutif tidak hanya harus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi, tetapi juga memastikan bahwa etika, kebijakan, dan pengambilan keputusan mencerminkan prioritas keberlanjutan.

02 November 2025 – Article
Dalam satu dekade terakhir, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah bergeser dari isu khusus menjadi prioritas utama bagi perusahaan, investor, regulator, dan komunitas. ESG kini menjadi pusat bagaimana bisnis mengelola risiko, memanfaatkan peluang, dan membangun ketahanan jangka panjang.

02 November 2025 – Article
Dalam lanskap bisnis global yang terus berkembang, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi faktor penentu kesuksesan korporasi. Melampaui kepatuhan, ESG mewakili ketangguhan, inovasi, dan akuntabilitas. Dewan direksi berada di pusat transformasi ini, mengarahkan strategi, memastikan transparansi, dan menjaga penciptaan nilai jangka panjang.