Artikel berikut hanya tersedia dalam Bahasa Indonesia
21 September 2023 – Article
Written by Maria Rosaline Nindita Radyati, PhD
Media Indonesia - ESG Indonesia - 18 Agustus 2023
Jika satu perusahaan ingin melakukan kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) ataupun suatu organisasi bermaksud melakukan kegiatan tanggung jawab sosial dengan mengikuti standar/ kesepakatan global, dapat menggunakan panduan dunia tentangsocial responsibility, yakni ISO26000. Panduan itu menekankan bahwa suatu organisasi, termasuk perusahaan, harus bertanggung jawab atas dampak yang diciptakan kepada masyarakat dan lingkungan hidup, terutama dampak yang negatif. Panduan itu juga memberikan banyak sekali rekomendasi berbagai aktivitas yang dapat dilakukan, khususnya di tujuh bidang utama, yakni Tata Kelola Organisasi, Praktik Tenaga Kerja, Hak Asasi Manusia, Isu Konsumen, Praktik Operasi yang Adil, Lingkungan Hidup, dan Pelibatan & Pengembangan Komunitas. Saat ini ada panduan dan kesepakatan global lain untuk pengungkapan kinerja Lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola, yang dikenal dengan ESG (environment, social, and governance). Pengungkapan kinerja ESG menjadi sangat penting, semenjak banyak peristiwa yang tidak dapat dikendalikan perusahaan, seperti perubahan iklim, pandemi, isu diskriminasi, dan ketidaksetaraan. Dengan demikian, para pemangku kepentingan, seperti komunitas, investor, regulator, konsumen, kreditur, karyawan, dan calon pelanggan ingin mengetahui bagaimana kinerja ESG perusahaan. Kinerja itu mencerminkan sejauh mana perusahaan siap mengatasi uncontrollable events yang dapat meningkatkan risiko keuangan.
Pengungkapan ESG menunjukkan upaya-upaya perusahaan dalam menciptakan dampak positif kepada ESG dan mengurangi dampak negatif dari operasi bisnisnya. Agar mudah diperbandingkan para pemangku kepentingan tersebut, penting adanya suatu standar dalam pengungkapan ESG. Terdapat banyak panduan pengungkapan ESG, ada panduan umum yang dapat digunakan semua jenis industri, yang disebut dengan Sector Agnostic, yakni dari IFC (International Finance Corporation). Ada juga yang khusus untuk jenis industri-industri tertentu, seperti SASB (Sustainability Accounting Standard Board). Standar-standar tersebut menuntut perusahaan untuk mengungkapkan kinerja ESG berdasarkan metrik/ indikator masing-masing topik dari ESG.

Contoh dari panduan IFC, yaitu Aspek Environment untuk Topik Efisiensi Energi, maka metric/indikatornya ialah konsumsi energi (giga watt), % listrik yang digunakan, dan % energi terbarukan yang digunakan. Artinya, Perusahaan harus menghitung dan mengungkapkan semua indikator tersebut,sedangkan contoh aspek social, topik Kesehatan dan Keselamatan Kerja, metriknya ialah tingkat cedera (TRIR), tingkat fatalitas untuk karyawan tetap dan kontrak. Contoh Aspek Tata-Kelola, topik Antikorupsi ialah besarnya denda dan penyelesaian korupsi atau suap (Rp), uraian tentang besarnya denda, dan tindakan korektif yang dilakukan. Selain itu, ada juga metrik yang berupa data kualitatif, misalnya aspek sosial di topik, dampak aparat keamanan pada masyarakat, metriknya ialah pernyataan, kebijakan, atau kode aparat keamanan, dan interaksi dengan masyarakat setempat (tahun). Perlu berikan deskripsi dan disediakan tautannya. (S-1)
Related Updates

02 November 2025 – Article
Dalam satu dekade terakhir, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah bergeser dari isu khusus menjadi prioritas utama bagi perusahaan, investor, regulator, dan komunitas. ESG kini menjadi pusat bagaimana bisnis mengelola risiko, memanfaatkan peluang, dan membangun ketahanan jangka panjang.

02 November 2025 – Article
Seiring meningkatnya sorotan dari investor, regulator, dan masyarakat, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi pilar utama kesuksesan korporasi yang berkelanjutan. Tata kelola ESG yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang kuat, akuntabilitas yang jelas, dan keterlibatan pemangku kepentingan secara transparan. Dewan direksi dan eksekutif tidak hanya harus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi, tetapi juga memastikan bahwa etika, kebijakan, dan pengambilan keputusan mencerminkan prioritas keberlanjutan.

02 November 2025 – Article
Dalam lanskap bisnis global yang terus berkembang, Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi faktor penentu kesuksesan korporasi. Melampaui kepatuhan, ESG mewakili ketangguhan, inovasi, dan akuntabilitas. Dewan direksi berada di pusat transformasi ini, mengarahkan strategi, memastikan transparansi, dan menjaga penciptaan nilai jangka panjang.